Tampilkan postingan dengan label networking. Tampilkan semua postingan

Extended ping With Cisco


This post just reminder for me, the technical part of extended ping for Cisco device

reference from cisco official web http://www.cisco.com/c/en/us/support/docs/ip/routing-information-protocol-rip/13730-ext-ping-trace.html

I only take the technical parts for my own purpose :)
For more explenation you can visit the URL above

FieldDescription
Protocol [ip]:Prompts for a supported protocol. Enter appletalk, clns, ip, novell, apollo, vines, decnet, or xns. The default is ip.
Target IP address:Prompts for the IP address or host name of the destination node you plan to ping. If you have specified a supported protocol other than IP, enter an appropriate address for that protocol here. The default is none.
Repeat count [5]:Number of ping packets that are sent to the destination address. The default is 5.
Datagram size [100]:Size of the ping packet (in bytes). Default: 100 bytes.
Timeout in seconds [2]:Timeout interval. Default: 2 (seconds). The ping is declared successful only if the ECHO REPLY packet is received before this time interval.
Extended commands [n]:Specifies whether or not a series of additional commands appears. The default is no.
Source address or interface:The interface or IP address of the router to use as a source address for the probes. The router normally picks the IP address of the outbound interface to use. The interface can also be mentioned, but with the correct syntax as shown here:
Source address or interface: ethernet 0 
Note: This is a partial output of the extended pingcommand. The interface cannot be written as e0.
Type of service [0]:Specifies the Type of Service (ToS). The requested ToS is placed in each probe, but there is no guarantee that all routers process the ToS. It is the Internet service's quality selection. The default is 0.
Set DF bit in IP header? [no]:Specifies whether or not the Don't Fragment (DF) bit is to be set on the ping packet. If yes is specified, the Don't Fragment option does not allow this packet to be fragmented when it has to go through a segment with a smaller maximum transmission unit (MTU), and you will receive an error message from the device that wanted to fragment the packet. This is useful for determining the smallest MTU in the path to a destination. The default is no.
Validate reply data? [no]:Specifies whether or not to validate the reply data. The default is no.
Data pattern [0xABCD]Specifies the data pattern. Different data patterns are used to troubleshoot framing errors and clocking problems on serial lines. The default is [0xABCD].
Loose, Strict, Record, Timestamp, Verbose[none]:IP header options. This prompt offers more than one option to be selected. They are:
  • Verbose is automatically selected along with any other option.
  • Record is a very useful option because it displays the address(es) of the hops (up to nine) the packet goes through.
  • Loose allows you to influence the path by specifying the address(es) of the hop(s) you want the packet to go through.
  • Strict is used to specify the hop(s) that you want the packet to go through, but no other hop(s) are allowed to be visited.
  • Timestamp is used to measure roundtrip time to particular hosts.
The difference between using the Record option of this command and using the traceroute command is that, theRecord option of this command not only informs you of the hops that the echo request (ping) went through to get to the destination, but it also informs you of the hops it visited on the return path. With the traceroute command, you do not get information about the path that the echo reply takes. The traceroute command issues prompts for the required fields. Note that the traceroute command places the requested options in each probe. However, there is no guarantee that all routers (or end nodes) process the options. The default is none.
Sweep range of sizes [n]:Allows you to vary the sizes of the echo packets that are sent. This is used to determine the minimum sizes of the MTUs configured on the nodes along the path to the destination address. Performance problems caused by packet fragmentation is thus reduced. The default is no.
!!!!!Each exclaimation point (!) denotes receipt of a reply. A period (.) denotes that the network server timed out while waiting for a reply. Refer to ping characters for a description of the remaining characters.
Success rate is 100 percentPercentage of packets successfully echoed back to the router. Anything less than 80 percent is usually considered problematic.
round-trip min/avg/max = 1/2/4 msRound-trip travel time intervals for the protocol echo packets, including minimum/average/maximum (in milliseconds).

Icinga monitoring system basic installation




Di tutorial ini kita akan melakukan installasi icinga, sebuah system monitoring berbasis open source. Di tutorial ini akan menggunakan fresh install ubuntu server 14.04. saya akan menunjukkan basic installasi icinga agar kalian bisa memonitoring jaringan dan service host dalam jaringan kalian secara web interface.

Review Linux Deepin 2014.03





Fast, Elegant and easy to use. Deepin currently runs on millions of desktop and laptop computers around the world. 

Deepin Linux, salah satu distro linux yang pernah gue pakai dan sensasi memakai OS ini sangat berbeda dengan distro-distro linux lainnya, gimana ya jelasinnya, kalau di linux user interface yang ditawarkan tidak jauh-jauh dari Gnome atau KDE yang dimodif sana-sini dan violaa, jadi OS baru.
Tapi di deepin ini gue ngerasain sensasi yang berbeda, karena ke sederhanaannya, powerfull system, beauty of user intrface, mungkin ini jawaban OS untuk orang awam yang ingin merasakan linux sebagai alat penunjang kegiatan sehari-harinya.

Oke kali ini gue bakan nge review menuirut pengalaman selama menggunakan OS ini. General information OS ini dikembangkan di China, yes...it is made in china, not surprise :D, jadi kalau mau install download ISO yang mendukung multi language, karena kalau tidak lo bakal terjebak di bahasa/tulisan china, kecuali lo bisa baca tulisan china oke..whatever lah, lanjut..

Here is more details :

OS Type: Linux

Simplicity is Beauty, yes, ada yang setuju dengan quote tersebut, ya quote tersebut pas banget dengan linux deepin, lo bisa lihat ke-simple'annya dari awal lo install. Installernya tu ahh..simple, bening, lucu (mulai lebay :D).






cuman ada 2 langkah lo bisa install ne OS, dua langkah doank, step pertama isi username, computer name, password, and retype password. Lanjut ke step berikutnya,





ada simple mode ada advance mode, kalau mau single OS, pilih aja yang simple, tapi kalau lo mau yang riber dikit bisa kok pilih advance mode, di sini lo bisa ngatur partisi-partisinya, ya kalau lo mau belajar linux at least ngerti dulu donk yang namanya partisi, mungkin tentang partisi bisa baca di postingan gw sebelumnya.

Pertama kali lihat desktop dari deepin, langsung leleh gue, bagus banget, jadi deepin ini ngembangin desktop environment sendiri yang dinamain DDE deepin desktop environment yang berbasis HTML 5, so desktopnya tu keren banget.





Pada deepin tiap ujung dari desktop bisa memberikan respond, jadi 4 ujung desktop bisa kita manfaatkan dengan cara hover mouse ke ujungnya. Ada macam-macam action yang dapat digunakan, seperti manampilkan launcher, show desktop, control center, dan all windows.





Control center ini adalah satu-satunya tempat semua konfigurasi di deepin ini, mulai dari appearance, network, wi-fi, sampai opsi booting juga ada di sini.



Launcer yang digunakan juga keren banget, kayak gini contohnya



dan secara default deepin juga memberikan appliksi bawaan yang tidak kalah keren dan tentunya simple as always. Ada deepin movie, deepin music, deepin boot maker, deepin terminal, dll


Kesimpulan,
+ OS yang sangat bagus dan keren, memberikan sensasi berbeda menggunakan linux ini, dan Deepin terbaru sudah berbasis pada ubuntu 14.04 LTS.
Banyaknya aplikasi bawaan yang mungkin tidak bisa di install di OS lain, seperti deepin movie, music dll.
Simple banget cocok buat orang yang ga mau ribet, bahkan ketika gue awal install dan mau update repo ke repo lokal, OS ini uda detek sendiri mana repo terdekat dari lokasi lo, jadi gue ga perlu buka-buka source.list pas pertama kali install linux, its automatic :D

- Berat, pasti komputer dengan RAM 1 GB mangap-mangap ga kuat, apa lagi kalau clock ratre prosesor kecil. tapi menurut gue ya kurang lebih sama seperti windows, jadi mind set kalau linux itu ringan dan bisa jalan di komputer tua dengan spek seadanya, buyar dengan OS ini :D
Minimal 2 GB RAM dan prosesor kalau bisa ya diatas dual core biar ga lag, percuma juga Osnya uda cantik tapi komputernya ga kuat, dan ngelag.
Over all OS ini cuman berat aja sih kekurangannya, kalau ada yang bilang ga bisa customize desktop like compiz, jawaban gue mungkin buat apa desktop secantik ini mau lo customize :p
ada yang bilang juga karena ne OS dari china jadi ada yang menyangka OS ini ditanami sejenis spyware, soo..kayak negara china aja yang bisa masang gituan, apa OS lain ga bisa masang spyware2 gitu, kecuali lo pake OS buatan negri sendiri mungkin lo bisa lebih aman dari spyware negara lain.

Udah ah, review singkat dari gue, sory kalau ga lengkap, capek juga ngetik banyak-banyak :D

Regards
Scubyx

Format Flashdisk via Command line Ubuntu



Bagi pengguna linux terutama yang berbasis ubuntu, sebagai catatan gue mau share cara untuk format flash disk dengan command line linux.
kalau di windows kalian terbiasa menggunakan klik kanan dan format, maka di linux caranya agak sedikit greget :D

Limit bandwidth android di mikrotik



kali ini gue mau share tutorial tentang mikrotik,  beberapa hal yang menarik (buat gue :p ) bakal dibagi di sini, kali ini tentang perangkat android yang ikut pada jaringan mikrotik. Tentunya pada kebingungan ga sih kalo ada perangkat android banyak, semua pada donlot or main game, kebayang gat uh bandwidth kantor diabisin semua ama hape2 android tidak dikenal.

Tutorial dan Pengenalan Frame Relay Cisco dengan Packet Tracer




Oke, sudah kangen banget ini pengen nulis lagi, sejak bekerja udah jarang banget ngurusin blog :D, paling cuman ubah tema blog biar lebih uptodate hehehe.

Pada tulisan kali ini saya mau berbagi tentang simulasi konfigurasi dasar penggunaan frame relay pada device cisco, dengan menggunakan packet tracert, jadi di simak baik-baik ya, ini cuman konfigurasi dasarnya saja kok, tidak terlalu ribet juga, cukup untuk memahami apa itu frame relay. ;)


“Frame Relay is a standardized wide area network technology that specifies the physical and logical link layers of digital telecommunications channels using a packet switching methodology. Originally designed for transport across Integrated Services Digital Network (ISDN) infrastructure, it may be used today in the context of many other network interfaces.” (wikipedia)

Command-command CLI router cisco



Router>enable
Router#configure terminal

Dua perintah di atas untuk memulai konfigurasi pada router, konfigurasi pada router cisco dapat dilakukan ketika masuk ke global configuration yang di tandai dengan “Router(config)#”
Setting Network interface

Router(config)#interface serial 0/0
Router(config-if)#ip address 192.168.1.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shutdown

Interface serial 0/0 dapat di ganti dengan port yang ingin di konfigurasi, dan gunakan perintah ip address , lalu lakukan restart pada interface tersebut dengan perintah no shutdown.
Perintah no  pada CLI cisco berfungsi seperti inverse atau kebalikan suatu perintah. Shutdown berarti mematikan interface, no shutdown menyalakan interface, ip address  menambah alamat IP, no IP address menghilangkan alamat IP

Router(config-if)#exit
exit untuk naik satu tingkat ke global configuration, perintah end berfungsi untuk keluar dari global configuration.

Static Routing

Router(config)#ip route 192.168.2.0 255.255.255.0 192.168.1.2

dengan format command ip route , static hanya mengubungkan jaringan yang tidak terkoneksi secara langsung. Contoh sederhana seperti ini. dan next hop merupakan IP host di router yang terhubung langsung dengan jaringan yang sama, untuk digunkana semacam gateway pada tabel routing.


pada gambar di atas, Router0 terhubung langsung dengan jaringan 1.0 maka pada table routing Router0 perlu di tambahkan jaringan 2.0 agar dikenali. Begitu juga sebaliknya dengan Router3 yang terhubung langsung dengan jaringan 2.0

Sedangkan pada Router1 (yang di tengah) tidak perlu di tambahkan static route, karena kedua jaringan tersebut sudah dikenali oleh router tersebut.

Dynamic Routing

Rip Version 1
Protokol ini menggunakan algoritma distance vector protocol, RIP adalah routing vektor jarak-protokol, yang menggunakan hop sebagai metrik routing. RIP mencegah routing loop dengan menerapkan batasan pada jumlah hop diperbolehkan dalam path dari sumber ke tempat tujuan. Jumlah maksimum hop diperbolehkan untuk RIP adalah 15. setelah 15 hop akan di anggap unreachable.

RIP v1 mengunakan hanya classful routing, classful adalah suatu protocol dimana protocol ini tidak membawa  informasi routing mask ketika update routing atau routing advertisement dan tidak support VLSM dan subnetting.

Router(config)#router rip
Router(config-router)#network 192.168.1.0
Router(config-router)#network 192.168.2.0


Pada global configuration masukan perintah router rip untuk memulai konfigurasi dynamic roiting. lalu masukan jaringan yang terhubung langsung dengan router. berbeda dengan static routing yang mendefinisikan jaringan yang tidak terhubung langsung, pada dynamic routing yang di tambahkan adalah jaringan yang terkoneksi secara langsung, hal ini dapat di hitung dari berapa jumlah "kaki" atau interface router yang up.

RIP Version 2
Merupakan protokol pengembangan dari RIP v1, pada RIP version 2 ini masih menggunkana algoritma link state yang menghitung hops sbagai acuan untuk mencari jalur terdekat dan dengan batas masih sama yaitu 15 hop untuk mencegah over looping / packet tidak pernah sampai ke tujuan.

Router(config)#router rip
Router(config-router)#version 2
Router(config-router)#network 192.168.1.0
Router(config-router)#network 192.168.1.5

pada RIP version 2 sudah di dukung dengan subnetting, tidak seperti RIP version 2 yang tidak bisa dilakukan subnetting.

EIGRP


EIGRP adalah propietary (milik) Cisco, di rilis pada tahun 1992.  oleh karena itu protocol ini  HANYA bisa di gunakan untuk sesama Cisco router saja.
EIGRP mempunyai semacam ”metric” alias ukuran tersendiri dalam menentukan jarak atau menentukan arah yang tepat untuk mengirimkan packet yang disebut Diffusing Update Algorithm (DUAL)

Ciri EIGRP
Termasuk protokol routing distance vector tingkat lanjut
Waktu convergence yang cepat.
Mendukung VLSM
Partial updates, Tidak seperti RIP yang selalu mengirimkan keseluruhan tabel routing 
(Advanced distance vector).



Istilah dan command di EIGRP

Process ID / Autonomous system number

Router (config) #router eigrp 1

process ID untuk merepresentasikan routing protocol yang sedang berjalan pada router
Angka “1” merepresentasikan proses EIGRP yang berjalan pada router ini



Wildcard

wildcard mask sebagai inverse dari subnet mask
Inverse dari subnet mask 255.255.255.252 adalah 0.0.0.3

                                255.255.255.255
                                255.255.255.252
                                ----------------------- -
                                0. 0. 0. 3 



maka didapat Wildcard mask

Network
R2 (config-router) #network (192.168.10.8) (Wildcard Mask)
R2 (config-router) #network 192.168.10.8 0.0.0.3 


Perintah tambahan CLI cisco

Router(config)#no ip domain-lookup
Disable DNS lookup pada router

Router(config)#enable secret cisco
Memberikan password enable pada router dengan format enable secret [password kamu]

Router#show running-config
Melihat configurasi  apa saja yang sudah dilakukan pada router.

Router#show ip route
melihat daftar tabel routing pada router.

Router#copy running-config startup-config
Menyimpan settingan router pada NVRAM, jadi ketika router reboot konfigurasi tidak hilang.

Router(config)#hostname R1
Merubah hostname atau nama router

R1(config)#banner motd c
.....[Enter text message].... c
Membuat welcome banner, text yang akan tampil saat pertama kali booting


Konfigurasi Line pada router

Bentuk fisik dari router cisco secara umum adalah sebuah mesin yang tidak mempunyai layar seperti komputer, karena itu untuk melakukan konfigurasi CLI pada router ada dua Line yang dapat digunakan oleh admin, yaitu Line Console dan Telnet.

Console dilakukan dengan menghubungkan kabel console router ke port Console komputer dan membuka hyperterminal pada win XP dan melakukan konfigurasi.

Pada telnet admin melakukan perintah telnet untuk mengkonfigurasi router cisco.

Command Line Console

Router(config)#line console 0
Router(config-line)#password cisco
Router(config-line)#login
Router(config-line)#logging synchronous
Router(config-line)#exec-timeout 100

Line Telnet

Router(config)#line vty 0 4
Router(config-line)#password cisco
Router(config-line)#login

Pertintah line console 0 maksudnya hanya mengijinkan 1 user yang terhubung pada line console, begitu juga dengan telnet, perintah line vty 0 4 berarti mengijinkan 5 user yang dapat secara bersamaan terhubung dengan router dengan telnet. Jumlah maksimum user yang terhubung dengan line vty adalah 15.


TIPS-TIPS Penggunaan Packet Tracer

Jika ingin mengulang perintah yang sudah pernah di ketik di CLI router gunakan tombol arah panah atas pada keyboard (tidak perlu ketik ulang dari awal).

Gunakan tanda tanya “?” jika ingin mengetahui perintah apa saja yang bisa di jalankan beserta penjelasanya.

Gunakan tombol TAB pada keyboard jika lupa tulisan perintah, atau perintah terlalu panjang. Secara otomatis perintah akan di sempurnakan sendiri.

Jika salah ngetik biasanya router akan mencari command tersebut yang mebuat harus menunggu agak lama, hal ini dapat di antisipasi dengan men-disable DNS lookup seperti command di atas, tapi jika kejadian buruk terjadi sepeti ini




Tekan ctrl+shift+6 agar bisa kembali dan tidak menunggu.

tulisan ini hanya berisi perintah-perintah dasar pada router cisco. jika kurang jelas silahkan tinggalkan comment, karena ketidak sempurnaan adalah milik saya, dan sempurna adalah lagunya andra and the backbone.. Loh.. :D:D

Multiprotocol Label Switching (MPLS)



Sudah lama juga neh gag nulis di blog ini, setelah setting nama baru (scubyx.blogspot.com), sekalian ane tadi pagi dapet bacaan menarik, awalnya baca-baca tentang juniper (saingannya cisco). Terus nemu salah satu protocol / teknik yaitu Multiprotocol Label Switch :D
Ya sekalian ane juga masih belajar, jadi kalo ada yang salah, ya..namanya juga masih belajar, tapi ane usahakan baca yang bener, biar semua bisa tahu.

Streaming Dengan VLC Media Player

VLC adalah sebuah multi media player yang sudah umum dipakai banyak orang, dikenal karena selain cukup ringan sebagai sebuah multimedia player, dan dapat memutar hamper semua file multimedia (video dan Audio) VLC sendiri merupakan sebuah aplikasi yang bersifat “Free” alias gratis di donlot hehehe :D :D. ini di karenakan sifat dari VLC sendiri juga Open Source. Tapi selain kenggulan-keungulan tersebut, VLC juga memiliki keunggulan lain. VLC dapat Melakukan Streaming.




Simple Static Routing With Packet Tracert

Gambar di samping sedikit menunjukan bagaimana prisip routing itu sendiri, bagai mana sebuah papan petunjuk jalan mengarahkan arah ke kota yang di tuju, seperti halnya routing yang dimana kita jjuga mengarahkan router untuk menuju ke jaringan lain. percobaan Routing ini menggunakan packet tracer, sebuah software yang dikembangkan cisco untuk memenuhi kebutuhan design topology jaringan secara virtual. Software ini memiliki banyak fitur yang memudahkan untuk mendesign sebuah jaringan, dan juga sangat bermanfaat untuk pembelajaran.

Simulasi FTP connection Dengan Packet Tracert

FTP atau dapat disebut juga File Transfer Protocol, protocol ini berjalan pada lapisan aplikasi yang menjadi standart untuk pentransferan  file atau berkas di computer  FTP merupakan salah satu protokol Internet yang paling awal dikembangkan, dan masih digunakan hingga saat ini untuk melakukan pengunduhan (download) dan penggugahan (upload) berkas-berkas komputer antara klien FTP dan server FTP. Sebuah Klien FTP merupakan aplikasi yang dapat mengeluarkan perintah-perintah FTP ke sebuah server FTP,  sementara server FTP adalah sebuah Windows Service atau daemon yang berjalan di atas sebuah komputer yang merespons perintah-perintah dari sebuah klien FTP.
Template by Clairvo Yance
Copyright © 2012 ScubBlog and Blogger Themes .